Jelajahnusantara.co.id| Merak, Banten, 19 Maret 2026 – Geliat pemudik di Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak, Sosoro Mall, Kamis (19/3/2026) malam, terpantau ramai tetapi tetap terkendali. Di tengah arus penyeberangan menuju Sumatera yang masih berlangsung, Heru Widodo menyatakan puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan telah terlewati.
Heru menyampaikan dalam konferensi pers, tren pergerakan pemudik tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak awal pemantauan, jumlah penumpang yang telah menyeberang mencapai 142.654 orang atau naik sekitar 6,8 persen.
Lonjakan juga terjadi pada 19 Maret 2026 tercatat 51.739 unit kendaraan diseberangkan atau meningkat 18 persen dibandingkan tahun lalu. Kendaraan yang melintas didominasi sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truck logistik.
Secara kumulatif, sejak H-7 hingga H-5, jumlah penumpang tercatat mencapai 774.195 orang atau naik sekitar 4,2 persen. Menurut Heru, tingginya mobilitas masyarakat tersebut masih dapat dikelola dengan baik oleh operator penyeberangan.
“Pergerakan masyarakat cukup tinggi, namun masih bisa kita kendalikan dengan optimal,” ucap Heru.
Minat masyarakat terhadap layanan penyeberangan juga tercermin dari data reservasi. Hingga pukul 20.00 WIB, tercatat sekitar 9.000 reservasi dengan total 18.900 kendaraan telah melakukan pemesanan. ASDP memperkirakan masih ada tambahan sekitar 100 kendaraan yang akan berangkat sesuai data pemesanan.
Menghadapi arus mudik Lebaran yang telah ditetapkan pemerintah jatuh pada 21 Maret 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya untuk melayani rute Jawa–Sumatera. Kebijakan operasional khusus diterapkan hingga 20 Maret pukul 23.59 WIB.
Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP menerapkan strategi Continuous Double Docking (CDD). Pada puncak arus mudik, sistem ini dioperasikan di empat dermaga dengan melibatkan 20 kapal. Melalui skema tersebut, lebih dari 25.000 kendaraan berhasil diseberangkan dalam satu malam tanpa menimbulkan kemacetan signifikan.
ASDP juga akan menerapkan pola serupa saat arus balik, terutama untuk mengantisipasi potensi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni.
Menanggapi isu viral terkait keributan pemudik sepeda motor akibat keterlambatan keberangkatan di Bakauheni, Heru menegaskan insiden tersebut melibatkan kapal swasta. Pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi bersama guna mencegah kejadian serupa.
Ia menambahkan, kepadatan yang sempat terjadi sebelumnya dipicu antrean kendaraan yang mengisi bahan bakar, sehingga menghambat arus. Namun kondisi tersebut kini telah berhasil diurai dan lalu lintas kembali normal.
ASDP memastikan tetap siaga penuh meskipun puncak arus mudik telah terlewati. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran layanan penyeberangan bagi masyarakat yang masih melakukan perjalanan.
“Kami akan terus menjaga kewaspadaan dan memastikan pelayanan tetap optimal,” tutup Heru.
Reporter: Ade Erlando A.
#mudik
#puncakmudik
#kapoldabanten
#mudikamanlancar









