Jelajahnusantara.co.id| Banten – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar Konferensi Pers di Terminal Executiv Merak. Dirut PT ASDP Indonesia Ferry yang didampingi GM, SGM, dan jajarannya sampaikan ketegasan dan komitmennya untuk memberantas praktik percaloan tiket di sekitar pelabuhan penyeberangan, , juga menyoroti peningkatan mobilitas penumpang menjelang musim mudik.
Manajemen ASDP menyatakan telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menindak para calo yang masih beroperasi di area pelabuhan.
“Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menindak praktik tersebut. Kami pastikan tidak ada celah bagi calo untuk beroperasi di sekitar pelabuhan,” ujar pihak ASDP.
ASDP mengakui praktik percaloan dapat merugikan perusahaan, terutama dari sisi reputasi dan nama baik. Selama ini ASDP telah berupaya menjaga transparansi penjualan tiket dengan menerapkan sistem pembelian secara daring (online).
“Kerugian yang kami rasakan terutama dari sisi reputasi. Kami sudah menjual tiket secara online, tetapi masih ada oknum calo yang memanfaatkan situasi,” jelasnya.
Sebagai langkah terdekat, ASDP terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar membeli tiket melalui kanal resmi yang telah disediakan.
Selain itu, ASDP juga menyampaikan adanya pembaruan tarif penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang. Tarif kendaraan roda empat kini diseragamkan menjadi tarif reguler sebesar Rp400.000, sedangkan penumpang pejalan kaki dikenakan tarif Rp45.000. Untuk kendaraan, tarif dihitung berdasarkan jenis kendaraannya.
Dalam sistem penyeberangan saat ini, penumpang tidak dapat memilih kapal secara langsung. Petugas di pelabuhan akan mengatur kapal mana yang siap berangkat untuk mempercepat proses distribusi penumpang.
Lonjakan penumpang juga terjadi di Pelabuhan Gilimanuk karena bertepatan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi di Bali, yang meliputi kegiatan ogoh-ogoh hingga hari Nyepi. Banyak penumpang berupaya menyeberang lebih awal agar tidak terhambat selama perayaan tersebut.
Manajemen ASDP menyatakan telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menindak para calo yang masih beroperasi di area pelabuhan.
“Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menindak praktik tersebut. Kami pastikan tidak ada celah bagi calo untuk beroperasi di sekitar pelabuhan,” ujar pihak ASDP.
ASDP mengakui praktik percaloan dapat merugikan perusahaan, terutama dari sisi reputasi dan nama baik. Selama ini ASDP telah berupaya menjaga transparansi penjualan tiket dengan menerapkan sistem pembelian secara daring (online).
“Kerugian yang kami rasakan terutama dari sisi reputasi. Kami sudah menjual tiket secara online, tetapi masih ada oknum calo yang memanfaatkan situasi,” jelasnya.
Sebagai langkah terdekat, ASDP terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar membeli tiket melalui kanal resmi yang telah disediakan.
Selain itu, ASDP juga menyampaikan adanya pembaruan tarif penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang. Tarif kendaraan roda empat kini diseragamkan menjadi tarif reguler sebesar Rp400.000, sedangkan penumpang pejalan kaki dikenakan tarif Rp45.000. Untuk kendaraan, tarif dihitung berdasarkan jenis kendaraannya.
Dalam sistem penyeberangan saat ini, penumpang tidak dapat memilih kapal secara langsung. Petugas di pelabuhan akan mengatur kapal mana yang siap berangkat untuk mempercepat proses distribusi penumpang.
Lonjakan penumpang juga terjadi di Pelabuhan Gilimanuk karena bertepatan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi di Bali, yang meliputi kegiatan ogoh-ogoh hingga hari Nyepi. Banyak penumpang berupaya menyeberang lebih awal agar tidak terhambat selama perayaan tersebut.
Reporter : JNAS.
#PERSERO
#ASDP
#mudiklebaran
#promotiketferry
#ferry
#executifeportmerak









