Jelajahnusantara.co.id| Jakarta — Film yang mengemas ulang legenda kelam Malin Kundang resmi menggelar penayangan perdananya di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 Desember 2025. Acara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Bapak Ahmad Mahendra sebagai bentuk dukungan terhadap karya perfilman yang mengangkat cerita rakyat Nusantara.
Penayangan perdana tersebut juga kerjasama oleh MTN Ikon Inspirasi dan Come And See Pictures, yang mendukung penuh proses kreatif dan penyelenggaraan acara. Kehadiran para sponsor ini menunjukkan sinergi antara pelaku industri kreatif dan sektor swasta dalam memajukan perfilman Indonesia.
Film ini menyajikan interpretasi baru dari legenda Malin Kundang yang dikenal sebagai kisah kedurhakaan seorang anak kepada ibunya. Dengan pengemasan ulang yang lebih kelam dan emosional, film ini menggali sisi psikologis tokoh, konflik batin, serta konteks sosial yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat masa kini, tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat pada cerita aslinya.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI menyampaikan apresiasi kepada para sineas yang terus berupaya melestarikan dan mengembangkan warisan budaya melalui medium film. Ia menilai film ini sebagai contoh bagaimana cerita rakyat dapat dihidupkan kembali dengan pendekatan kreatif dan modern, sehingga dapat menjangkau generasi muda.
Sementara itu, sang Sutradara Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo menjelaskan bahwa film ini dibuat tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang refleksi tentang hubungan keluarga, pilihan hidup, dan konsekuensi moral yang tetap relevan lintas generasi. Pendekatan visual yang kuat dan alur cerita yang lebih mendalam diharapkan mampu memberikan pengalaman sinematik yang berbeda bagi penonton.
Usai penayangan perdana, film ini mendapat sambutan positif dari para undangan. Banyak yang memuji kualitas sinematografi, pendalaman karakter, serta keberanian film dalam menafsirkan ulang legenda kelam Malin Kundang dengan sudut pandang yang segar.(ASN).









