Jelajahnusantara.co.id| Dhaka – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal, Y.M. Listyowati, melakukan rangkaian awal sejak menyerahkan surat Tugas(22januari 2026), Courtesy Call dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh (Foreign Adviser) Y.M Touhid Hossain di Dhaka, Bangladesh (05/02).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Bangladesh yang telah terjalin erat selama lebih dari lima dekade, khususnya di bidang perdagangan, investasi, dan energi sebagai pilar utama kemitraan kedua negara.
“Posisi Indonesia sebagai mitra dagang terbesar ketiga bagi Bangladesh dan Bangladesh merupakan sebagai mitra strategis Indonesia di kawasan Asia Selatan. Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia menilai bahwa penyelesaian Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement (PTA) menjadi langkah penting untuk memperdalam akses pasar dan menciptakan keseimbangan perdagangan” tegas Listyowati.
“Di sektor energi, kerja sama energi merupakan salah satu prioritas Indonesia. Untuk itu, Indonesia mendorong optimalisasi implementasi Memorandum of Understanding on Energy Cooperation yang telah disepakati kedua negara dan keinginan Indonesia untuk lebih banyak terlibat dalam proyek energi strategis lainnya di Bangladesh” tuturnya.
“Investasi Indonesia di Bangladesh terus menunjukkan perkembangan yang nyata, antara lain melalui pembukaan gerai pertama jaringan ritel Alfamart pada 27 Januari 2026 serta keberlanjutan investasi PT Japfa Comfeed di sektor peternakan. Perkembangan ini mencerminkan prospek kerja sama ekonomi yang semakin kuat dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia” ucap Listyowati.
“Selain kerja sama ekonomi, prioritas penguatan kemitraan dalam kerangka keketuaan Indonesia pada Developing Eight (D-8) periode 2026-2027, termasuk pada bidang ekonomi halal, ekonomi biru, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan” pungkasnya.
Kedua pihak turut membahas penguatan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, sosial budaya, pendidikan, konektivitas, serta peningkatan people-to-people contact sebagai fondasi penting bagi hubungan bilateral yang semakin komprehensif.
Indonesia dan Bangladesh telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1972, dan hubungan tersebut terus berkembang secara positif di berbagai bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Tahun mendatang akan menandai peringatan 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bangladesh, yang diharapkan menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat kemitraan strategis kedua negara yang berorientasi pada hasil nyata dan saling menguntungkan. (Axnes).









