Jelajahnusantara.co.id| Palembang– Pelantikan Badan Pengurus Cabang Perhumas Palembang periode 2025–2028 menjadi momentum peluncuran strategi baru bertajuk “Merpati 404” yang digagas sebagai langkah penguatan organisasi humas dan komunikasi di tengah tantangan global. Strategi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan “Merpati 404 Not For Us Boss” yang berlangsung di Hotel OPI Jakabaring Palembang, Sabtu(02/05/2026).
Program ini hadir sebagai bentuk kesiapan organisasi dalam menghadapi dampak krisis energi, gejolak ekonomi dunia, hingga perubahan pola komunikasi akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Wakil Ketua Umum Perhumas, Dr. Dian Agustine Nuriman menegaskan bahwa praktisi humas saat ini dituntut mampu memahami perkembangan teknologi seperti artificial intelligence, machine learning, Internet of Things, hingga chatbot. Menurutnya, kemajuan teknologi menghasilkan banyak data yang harus dianalisis secara tepat oleh manusia agar dapat menjadi dasar pengambilan keputusan komunikasi yang efektif. Ia menilai kemampuan adaptasi terhadap perkembangan digital menjadi salah satu kunci utama humas di era modern.
Ketua BPC Perhumas Palembang periode 2025–2028, Muhammad Azhari menjelaskan bahwa strategi Merpati 404 disusun untuk memperkuat ketahanan organisasi di tengah ketidakpastian global. Ia menyoroti konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu krisis energi dunia, kenaikan harga bahan bakar, terganggunya rantai pasok, hingga inflasi yang dapat berdampak pada kebijakan di tingkat lokal. Karena itu, melalui gerakan “Indonesia Bicara Baik”, Perhumas Palembang ingin mendorong terciptanya komunikasi yang positif, kuat, dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun internasional.
Azhari menjelaskan, strategi Merpati 404 dibangun melalui delapan unsur utama yang terbagi menjadi program internal dan eksternal organisasi. Program internal meliputi resiliensi, reaktivasi, rekonsiliasi, dan regenerasi, sementara program eksternal mencakup representasi, renegosiasi, reintegrasi, serta reposisi. Selain itu, organisasi juga menyiapkan sejumlah langkah adaptif seperti memperbanyak kegiatan berbasis digital, memaksimalkan sistem kerja fleksibel, memperkuat kemitraan, hingga membangun branding organisasi berbasis nilai dan manfaat bagi anggota maupun masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Gerakan Organisasi Wanita Kota Palembang, Putri Azizah memberikan apresiasi terhadap lahirnya strategi Merpati 404. Ia berharap konsep tersebut mampu menjadi pedoman yang konsisten dan relevan dalam menghadapi dinamika komunikasi modern. Putri Azizah juga mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus baru BPC Perhumas Palembang dan berharap mereka dapat menjalankan amanah organisasi dengan profesionalisme, integritas, serta semangat pengabdian demi kemajuan dunia humas dan komunikasi di Sumatera Selatan. (Dharma)









