Jelajahnusantara.co.id| Jakarta, 28 Juni 2026 – Samudra Ancol menggelar syukuran bersama puluhan anak yatim dan masyarakat sekitar. Moment ini mengingatkan perjalanan panjang Samudra Ancol yang terus berkembang sebagai destinasi rekreasi, edukasi, dan konservasi satwa laut di Indonesia.
Samudra Ancol mengundang 44 anak yatim dan perwakilan masyarakat dari Karang Taruna Kelurahan Ancol, Pademangan Timur, dan Pademangan Barat, siswa Sekolah Rakyat Ancol, Yayasan GP Nusa, serta Yayasan Payung Peduli Bina Bangsa.
Manager Samudra Ancol, Yus Anggara, menyampaikan, usia ke-52 merupakan tonggak penting bagi Samudra Ancol yang telah berdiri sejak diresmikan pada 28 Juni 1974.
“Alhamdulillah, hari ini Samudra Ancol berumur 52 tahun. Ini merupakan perjalanan panjang sejak peresmian pada 28 Juni 1974. Hingga saat ini kami mampu bertahan, terus berkembang, dan tetap mempertahankan tiga pilar utama, yaitu rekreasi, edukasi, dan konservasi,” ujar Yus Anggara.
“Alhamdulillah, anak-anak yatim telah mendoakan kami. Harapannya, Samudra Ancol bersama Atlantis Water Adventure dapat terus eksis dan memberikan kontribusi bagi dunia rekreasi, edukasi, serta konservasi di Indonesia,”imbuhnya.
Samudra Ancol terus mengembangkan program konservasi satwa. Saat ini, Samudra memiliki sekitar 15 ekor lumba-lumba hidung botol, termasuk dua anak lumba-lumba yang lahir dalam dua tahun terakhir.
“Kami memiliki 15 ekor lumba-lumba, termasuk dua ekor bayi yang lahir dalam beberapa tahun terakhir. Insya Allah tahun ini kami kembali menjalankan program penjodohan pasangan lumba-lumba. Harapannya, tahun ini ada lagi yang berhasil hamil sehingga program breeding dapat terus berlanjut,” jelasnya.
Samudra Ancol juga menjadi rumah bagi sekitar 15 spesies satwa dengan total sekitar 70 individu, terdiri dari satwa laut maupun darat.
Satwa yang menghuni kawasan ini di antaranya lumba-lumba hidung botol, singa laut, berang-berang (otter), penguin, alpaka, pygmy goat (kambing mini), binturong, burung blue and gold macaw (paruh bengkok biru-kuning), clownfish (ikan badut), blue tang, serta berbagai jenis ikan dan satwa lainnya.
Ke depan, Samudra Ancol juga berencana memperkuat fasilitas konservasi, khususnya bagi singa laut.
“Harapan kami, Samudra Ancol dapat terus menjadi salah satu pionir konservasi mamalia laut di Indonesia. Mudah-mudahan mulai tahun ini hingga tahun depan kami dapat merealisasikan pembangunan fasilitas baru untuk singa laut, yang tidak hanya mendukung interaksi edukatif, tetapi juga menjadi tempat pelaksanaan program breeding dan reproduksi satwa tersebut,” pungkas Yus kepada awak media.
Yus titip pesan kepada pengunjung dan masyarakat luas untuk menyayangi dan mencintai satwa terutama satwa laut. Dengan mencintai satwa laut akan terbentuknya rasa mencintai kemaritiman Indonesia.









