Jelajahnusantara.co.id| Kathmandu, Nepal – Pendaki perempuan Indonesia, Nadya Gianifa, berhasil mencapai puncak Ama Dablam dengan ketinggian 6.812 mdpl pada 15 Mei 2026 pukul 15.45 waktu Nepal (NPT) dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Perempuan Indonesia Amadablam Nepal (EMPPIAN) 2026. Keberhasilan tersebut menjadi capaian membanggakan bagi Indonesia sekaligus mencerminkan semangat, ketangguhan, dan kapasitas perempuan Indonesia dalam menghadapi tantangan pendakian internasional di kawasan Himalaya, Nepal.
Ekspedisi ini merupakan bagian dari rangkaian pendakian teknikal menuju tiga gunung besar dunia yang diawali dengan pendakian Ama Dablam (6.812 mdpl) pada April Mei 2026 dan akan dilanjutkan dengan pendakian Manaslu (8.163 mdpl) di Nepal pada September Oktober 2027 sebagai tahap persiapan, sebelum menuju target utama, yaitu puncak K2 (8.611 mdpl) di Pakistan.
Tahun ini dengan semangat peringatan Hari Kartini, ekspedisi ini juga menjadi wujud nyata cita – cita Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan perempuan Indonesia memiliki kesempatan, kemampuan, dan peran yang setara dengan laki-laki di berbagai bidang, termasuk dalam dunia pendakian gunung dan olahraga ekstrem. Keberhasilan Nadya Gianifa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berani bermimpi, menembus batas, dan berprestasi di tingkat internasional.
Sepanjang pelaksanaan ekspedisi, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dhaka (KBR! Dhaka) turut memberikan dukungan dan pendampingan kepada tim ekspedisi, baik sejak kedatangan di Nepal, serta berkoordinasi erat dengan pihak EMPPIAN, Mayjen TNI (Purn.) Asrobudi. Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan jejaring Indonesia di Nepal untuk memastikan kelancaran mobilitas, komunikasi, serta pendampingan bagi tim selama menjalankan misi pendakian. Pada saat kedatangan di Nepal pada 29 April 2026, pendaki Nadya Gianifa disambut oleh perwakilan Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Nepal, Chandra Prasad Dhakal, beserta warga negara Indonesia (WNI) di Nepal.
Dalam proses pendakian, Nadya menjalani tahapan aklimatisasi dan rotasi pendakian secara bertahap dari Base Camp menuju Camp 1 dan Camp 2 sebelum melaksanakan summit push. Pada tahapan awal, Nadya didampingi oleh guide asal Nepal, Pasang Sherpa. Selanjutnya, pada Saat memulai summit push menuju puncak Ama Dablam pada 14 Mei 2026 Nadya didampingi dua guide profesional Nepal, yakni Sonam Sherpa dan Purba Tamang. Setelah menempuh perjalanan summit push selama sekitar 18 19 jam di medan ekstrem Himalaya, Nadya berhasil mencapai puncak Ama Dabiam pada 15 Mei 2026 pukul 15.45 NPT. Nadya dalam kondisi selamat dan sehat sebelum dan setelah usai menyelesaikan rangkaian pendakian, dan usai Summit, Nadya kembali ke Kathmandu, Nepal.

Nadya menerima apresiasi dari perwakilan KBRI Dhaka (Atase Pertahanan dan Pelaksana Fungsi Sosial Budaya).
Sebagai bentuk apresiasi atas raihan tersebut, perwakilan KBRI Dhaka (Atase Pertahanan dan Pelaksana Fungsi Sosial Budaya) dan bersama WNI di Nepal, telah melakukan acara penyambutan (22/5) untuk Nadya Gianifa dari EMPPIAN dan pendaki perempuan lainnya, yaitu Furky Syahroni yang juga berhasil mencapai puncak Ama Dablam pada 17 Mei 2026. Dengan keberhasilan tersebut, jumlah pendaki Indonesia yang tercatat telah berhasil mencapai puncak Ama Dablam hingga saat ini menjadi 12 orang.

Pada kesempatan tersebut, Perwakilan KBRI menyampaikan pesan Duta Besar Republik Indonesia untuk Bangladesh merangkap Nepal, Ibu Listyowati : “Pendakian di pegunungan di Nepal memiliki tantangan dan medan yang sulit serta memerlukan kesiapan fisik dan mental tangguh dari para pendaki. Pendakian di Nepal tidak hanya untuk menikmati petualangan penuh resiko, namun juga dengan membawa misi dan impian yang penuh makna seperti kali ini. Dengan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi, selamat kepada Nadya Gianifa dan para pendaki perempuan hebat yang telah berhasil mencapai puncak Amadablam (6812mdpl), serta dukungan Tim Ekspedisi Merah Putih. Semoga terus menginspirasi para perempuan Indonesia meneruskan perjuangan R.A. Kartini, dan membawa nama harum Indonesia di tingkat internasional serta semakin mendekatkan masyarakat Indonesia dan Nepal.”

Dalam pertemuan turut hadir Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Nepal yang diwakilkan kepada Mr, Upendra Ghimire beserta jajaran stafnya, serta komunitas Indonesia di Nepal sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan antarwarga Indonesia di luar negeri. Keberhasilan Nadya Gianifa menaklukkan Ama Dablam menjadi simbol semangat pantang menyerah, profesionalisme, serta keberanian perempuan Indonesia untuk tampil dan berprestasi di tingkat global. Tim Ekspedisi Merah Putih Perempuan Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan KBRI Dhaka dan semua pihak di Nepal serta masyarakat Indonesia yang turut menjadi sumber semangat selama keseluruhan proses pendakian berlangsung.









